Sabtu, 27 Oktober 2012

perubahan sosial dan kebudayaan


KATA PENGANTAR

                Puji syukur di panjatka kehadirat ALLAH SWT, yang telah memberikan rahmat-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “PERUBAHAN SOSIAL DAN KEBUDAYAAN”.
                Kami bersyukur dapat menyelesaikan makalah ini yang kami buat secara bersama-sama dengan teman-teman. Serta kami berharap bahwa dengan adanya tugas ini dapat melatih dan dapat di gunakan sebagai pelatihan menuju tugas akhir kami. Serta di harapkan makalah ini dapat memberikan informasi tentang perubahan sosial dan kebudayaan.
                Dalam penulisan makalah ini kami merasa masih ada kekurangan-kekurangan baik pada teknik penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang kami miliki. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihka sangat kami harapkan demi penyempurna pembuatan makalah ini.
                Semoga makalah ini dapat bermanfaat dan menjadi sumbangan bagi pihak yang membutuhkan, khususnya bagi mahasiswa dan masyarakat pada umunya sehingga tujuan pada umumnya dapat tercapai, amin.





                                                                                                                                Jakarta ,    September 2012

                                                                                                                                                Penulis






1.
DAFTAR ISI
Kata Pengantar..............................................................................................................................1
Daftar Isi........................................................................................................................................2
BAB I
1.1   Pengertian Perubahan Sosial dan Kebudayaan.........................................................................3
1.2   Teori-teori Perubahan Sosial....................................................................................................3
1.3   Bentuk Perubahan Sosial.........................................................................................................4
1.3.1 Perubahan lambat dan Perubahan Cepat.........................................................................4
1.3.2 Perubahan Kecil atau Perubahan Besar............................................................................5
1.3.3 Perubahan yang Dikehendaki, Perubahan yang Direncanakan, Perubahan yang Tidak Dikehendaki, Perubahan yang Tidak Direncanakan ...................................................................5
1.4   Faktor-faktor yang Menyebabkan Perubahan Sosial dan Kebudayaan.......................................5
1.4.1 Bertambahnya atau Berkurangnya Jumlah Penduduk.......................................................5
1.4.2 Penemuan-penemuan Baru............................................................................................5
1.4.3 Pertentangan (Conflict) Masyarakat................................................................................6
1.4.4 Terjadinya Pemberontakan Revolusi................................................................................6
1.5   Faktor-faktor yang Memengaruhi Jalannya Proses Perubahan..................................................7
1.5.1 Faktor-faktor yang Mendorong Jalannya Proses Perubahan..............................................7
1.5.2 Faktor-faktor yang Menghalangi Jalannya Proses Perubahan ...........................................7
1.6   Proses-proses Perubahan Sosial dan Kebudayaan.....................................................................8
1.6.1 Penyesuaian Masyarakat terhadap Perubahan ................................................................8
1.6.2 Saluran-saluran Perubahan Sosial dan Kebudayaan..........................................................8
1.6.3 Disorganisasi (Disintegrasi) dan Reorganisasi (Reintegrasi) ...............................................8
1.7   Arah Perubahan .....................................................................................................................9
1.8   Modernisasi..........................................................................................................................10
BAB II
2.1   Perubahan Sosial dan Kebudayaan di Bidang Teknologi (Modernisasi).....................................11
2.1.1 Permasalahan/kasus 1...................................................................................................11
2.1.2 Permasalahan/kasus 2....................................................................................................11
2.2   Upaya Mengatasi Modernisasi...............................................................................................12
2.2.1 Solusi Kasus 1................................................................................................................12
2.2.2 Solusi Kasus 2............................................................................................................12-13
Daftar Pustaka.............................................................................................................................14

2


PERUBAHAN SOSIAL DAN KEBUDAYAAN
BAB I
1.1      PENGERTIAN PERUBAHAN SOSIAL DAN KEBUDAYAAN

                Perubahan – perubahan masyarakat dapat mengenai nilai – nilai sosial, norma –norma sosial, pola – pola perilaku organisasi, susunan lembaga kemasyrakatan, lapisan – lapisan dalam masyarakat. Kekuasaan dan wewenang, interaksi sosial dan lain sebagainya. Setiap perubahan misalnya dalam suatu kemasyarakatan akan mengakibatkan pula perubahan – perubahan didalam lembaga – lembaga kemasyarakatan lainnya pada lembaga – lembaga kemasyarakatan tersebut selaku terkait proses saling mempengaruhi secara timbal  balik, dan pengaruhnya bisa menjalar dengan cepat ke bagian – bagian dunia lain berkat adanya komunikasi modern. Penemuan – penemuan baru di bidang teknologi yang terjadi di suatu tempat dengan cepat dapat di ketahui oleh masyarakat lain yang berada jauh dari tempat tersebut.


1.2             TEORI – TEORI PERUBAHAN SOSIAL

                Para ahli filsafat, ekonomi dan sosiologi telah mencoba merumuskan prinsip – prinsip atau hukum – hukum perubahan sosial cenderung banyak mengungkapkan perubahan – perubahan  sosial merupakan gejala wajar yang timbul dari pergaulan hidup manusia.
                Ahli lain berpendapat bahwa perubahan sosial terjadi karena adanya perubahan dalam unsur – unsur yang mempertahankan keseimbangan masyarakat, seperti misalnya perubahan unsur – unsur geografis, biologis, ekonomi, atau kebudayaan.
 a). William F. Ogburn
                “ Ruang lingkup perubahan  sosial meliputi unsur – unsur kebudayaan baik yang material  maupun yang immaterial yang ditekankan adalah pengaruh besar unsur – unsur kebudayaan material terhadap unsur – unsur immaterial ( menekankan pada kondisi teknologi ) ”. Soerjono Sukanto (2012,262)
b). Kingsley Davis
                “ Perubahan sosial sebagai perubahan – perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi  ”. Soerjono Sukanto (2012,262)
c). Mallver
                “ Perubahan – perubahan sosial dikatakan sebagai perubahan – perubahan dalam hubungan sosial ( Sosial relationship ) atau sebagai perubahan keseimbangan ( Equilibrium )
Hubungan sosial. Soerjono Sokanto (2012,263)


3.

d). Gillin dan Gillin
                “ Perubahan sosial  sebagai suatu variasi atau cara hidup yang telah di terima baik, karena perubahan – perubahan kondisi geografis, kebudayaan, materiil komposisi penduduk, ideologi maupun karena adanya difusi ataupun penemuan – penemuan baru di dalam masyarakat. Soerjono Sukanto (2012,263)
e). Selo Soemardjan
                “ Perubahan sosial pada lembaga – lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat yang mempengaruhi sistem sosialnya. Termasuk di dalamnya nilai – nilai, sikap dan pola perilaku di antara kelompok – kelompok dalam masyarakat ”. Soerjono Sukanto (2012,263)
f). Menurut Kelompok Kami
                “ Perubahan Sosial dan kebudayaan adalah perubahan yang terjadi pada masyarakat yang mencakup pada nilai meteriil, ekonomi, lembaga masyarakat komunikasi (interaksi sosial), kesenian dan nilai keagamaan yang saling mempengaruhi satu sama lain.

1.3             BENTUK PERUBAHAN SOSIAL DAN KEBUDAYAAN

1.3.1  Perubahan lambat dan perubahan cepat.
                Perubahan lambat dinamakan evolusi yaitu dimana perubahan memerlukan waktu yang relatif lama dari rentetan – rentetan kecil dan terjadi tanpa rencana atau kehendak tertentu dengan menyesuaikan diri pada keperluan, keadaan, dan kondisi baru. Sedang perubahan cepat dinamakan revolusi yaitu perubahan – perubahan sosial terjadi dapat di rencanakan terlebih dahulu atau tanpa rencana seperti contoh pada tahap produksi penggilingan padi dulu biasanya di tumbuk agar kulit atau padi lepas dan bisa di masak. Sekarang dengan adanya mesin proses penggilingan cepat karena bantuan mesin.

 Macam – macam teori tentang evolusi
 a). Unilinear theories of evolution
                “  Perubahan perkembangan di ikuti dengan tahapan – tahapan tertentu bermula dari bentuk yang sederhana kemudian bentuk yang kompelks sampai tahap yang sempurna”.
b). Universal theory  of evolution
                “  Perubahan perkembangan masyarakat tidaklah perlu melalui tahap – tahap tertentu ”.
c). Multilined theories of evolution
                “ Menekankan pada penelitian – penelitian terhadap tahap – tahap perkembangan tertentu dalam evolusi masyarakat ”.




4.
1.3.2  Perubahan kecil dan perubahan besar
·         Perubahan kecil merupakan perubahan – perubahan yang terjadi pada unsur struktur sosial yang tidak membawa pengaruh langsung atau berarti bagi masyarakat.
 Contoh : Mode Pakaian   
·         Perubahan besar merupakan perubahan – perubahan yang terjadi pada sistem mata pencaharian yang akan membawa pengaruh besar pada masyarakat.
Contoh : Industrialisasi yang berlangsung pada masyarakat agraris.
  
 1.3.3 Perubahan yang di kehendaki ( Intended – changed )Perubahan yang di rencanakan ( planned – changed ) dan perubahan yang tidak di kehendaki ( Uninteded – changed ) atau perubahan yang tidak di rencanakan ( Unplanned – changed ).

                Perubahan yang di kehendaki atau di rencanakan merupakan perubahan yang di perkirakan atau yang telah di rencanakan terlebih dahulu oleh pihak – pihak yang hendak mengadakan perubahan di dalam masyarakat.
Perubahan sosial yang tidak dikehendaki atau yang tidak di rencanakan merupakan perubahan-perubahan yang terjadi tanpa di kehendaki, berlansung di luar jangkauan pengawasan masyarakat dan dapat menyebabkan timbulnya akibat-akibat sosial yang tidak diharapkan masyarakat.
Konsep perubahan dibawahnya yang dikehendaki dan yang tidak di kehendaki tidak mencakup paham apakah perubahan-perubahan tadi di harapkan atau tidak diharapkan oleh masyarakat.

1.4             FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN PERUBAHAN SOSIAL DAN KEBUDAYAAN.

1.4.1        Bertambah atau berkurangnya penduduk
Pertambahan penduduk yang sangat cepat di pulau jawa menyebabkan terjadinya perubahan dalam struktur masyarakat, terutama lembaga-lembaga masyarakatnya. Berkurangnya penduduk mungkin disebabkan berpindahnya penduduk dari desa ke kota atau dari daerah ke daerah lain (misalnya: transmigrasi)
1.4.2        Penemuan-penemuan Baru
Penemuan-penemuan baru sebagai sebab terjadinya perubahan-perubahan dapat di bedakan dalam pengertian-pengertian discovery dan invension. Discovery adalah penemuan unsur kebudayaan yang baru, baik berupa alat, ataupun yang berupa gagasan di ciptakan oleh seorang individu atau serangkaian ciptaan para individu. Keinginan akan kualitas juga merupakan pendorong bagi terciptanya penemuan-penemuan baru. Keinginan untuk mempertinggi kualitas suatu karya merupakan pendorong atau meneliti kemungkinan-kemungkinan ciptaan baru .
5.
1.4.3        Pertentangan atau conflct masyarakat.
Pertentangan (conflict) masyarakat mungkin pula menjadi sebab terjadinya perubahan sosial dan kebudayaan. Pertentangan-pertentangan mungkin terjadi antara individu dengan kelompok atau perantara kelompok dengan kelompok.

Umumnya masyarakat tradisional di Indonesia bersifat kolektif. Segala kegiatan di dasarkan pada kepentingan masyarakat. Kepentingan individu walaupun di akui, tetapi mempunyai fungsi sosial. Tidak jarang timbul pertentangan antara kepentingan individu dengan kepentingan kelompoknya, yang dalam hal-hal tertentu dapat menimbulkan perubahan-perubahan.
1.4.4        Terjadinya Pembentrokan atau Revolusi
a.       Sebab-sebab yang Berasal dari Lingkungan Alam Fisik yang Ada di Sekitar Manusia
Terjadinya gempa bumi, topan , banjir besar, dan lain-lain. Mungkin menyebabkan masyarakat-masyarakat yang mendiami daerah-daerah tersebut terpaksa harus meninggalkan tempat tinggalnya. Kemungkinan hal tersebut mengakibatkan terjadinya perubahan-perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatannya. Bagi suatu masyarakat mula-mula hidup dari berburu kemudian menetap di suatu daerah pertanian, perpindahan itu akan melahirkan perubahan-perubahan dalam diri masyarakat tersebut, misalnya timbul lembaga kemasyarakatan baru yaitu pertanian.
b.      Peperangan
Peperangan dengan negara lain dapat pula menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan karena biasanya negara yang menang akan memaksa kebudayaannya kepada negara yang kalah.
c.       Pengaruh Kebudayaan Masyarakat Lain
Apabila sebab-sebab perubahan bersumber pada masyarakat lain, itu terjadi karena kebudayaan dari masyarakat lain melancarkan pengaruhnya. Hubungan yang dilakukan secara fisik antara dua masyarakat dapat menimbulkan pengaruh timbal balik. Namun di dalam pertemuan dua kebudayaan tidak selalu akan terjadi proses saling mempengaruhi. Kadangkala pertemuan dua kebudayaan yang seimbang akan saling menolak.

1.5             FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI JALANNYA PROSES PERUBAHAN

1.5.1 Faktor-faktor yang Mendorong Jalannya Proses Perubahan
1.       Kontak dengan Kebudayaan Lain
Salah satu proses yang menyangkut hal ini adalah difusi. Difusi adalah proses penyebaran unsur-unsur kebudayaan dari individu lain kepada individu lain, dari satu masyarakat ke masyarakat lain. Dengan adanya difusi tersebut ketika terdapat suatu penemuan baru oleh masyarakat nantinya akan desebarkan dan diteruskan dari masyarakat yang satu kepada masyarakat lainnya.

6.

2.       Sistem Pendidikan Formal yang Maju
Pendidikan dapat mengajarkan seseorang aneka macam kemampuan, serta mengajarkan manusia untuk dapat berfikir secara objektif. Yang nantinya akan memberikan kemampuan untuk menilai apakah kebudayaan yang di jalaninya dapat memenuhi kebutuhan jaman atau tidak.
3.       Sikap Menghargai Hasil Karya seseorang dan Keinginan-keinginan untuk Maju
Masyarakat merupakan pendorong bagi usaha-usaha penemuan baru. Hadiah yang diberikan dapat berupa Nobel. Diperuntukan kepada yang dapat menghasilkan hasil-hasil karya baru.
4.       Toleransi terhadap Perbuatan-Perbuatan yang Menyimpang( Deviation )
5.       Sistem Terbuka Lapisan Masyarakat (Open Stratification)
Sistem terbuka memungkinkan adanya gerak sosial vertikal yang nantinya akan memberikan kesempatan kepada individu untuk maju yang sesuai dengan kemampuannya.
6.       Penduduk yang Heterongen
Dalam suatu masyarakat pastinya memiliki kelompok-kelompok sosial yang mempunyai latar belakang dan kebudayaan yang berbeda-beda. Dimana dengan hal ini bisa menimbulkan adanya pertentangan. Dengan demikian dapat terjadi adanya perubahan-perubahan sosial.
7.       Ketidakpuasan Masyarakat Terhdapa Bidang-Bidang Kehidupan Tertentu
Ketidakpuasan yang berlangsung terlalu lama dalam sebuah masyarakat bermungkinan besar mendatangkan revolusi.
8.       Orientasi ke Masa Depan
9.       Nilai Bahwa Manusia harus Senantiasa Berikhtiar untuk Memperbaiki Hidupnya

1.5.2        Faktor-faktor yang Menghalangi Terjadinya Perubahan
1.       Kurangnya Hubungan dengan Masyarakat Lain
Kehidupan yang terasing dapat menimbulkan ketidaktahuan akan perkembangan-perkembangan yang ada. Pada masyarakat lain mungkin hal ini dapat memperkaya kebudayaannya sendiri.
2.       Perkembangan Ilmu Pengetahuan yang Terlambat
Hal ini mungkin disebabkan dahulu masyrakat tersebut pernah dijajah dan tertutup untuk masyarakat lain.
3.       Sikap Masyarakat yang Sangat Tradisional
Suatu sikap yang mengagung-agungkan sebuah tradisi lama atau tradisional secara mutlak tidak dapat diubah yang akan menghambat jalannya proses perubahan. Bila hal ini dibiarkan terlalu lama akan menjadi parah apabila masyarakat tersebut di kuasai oleh golongan konservatif
4.       Adanya Kepentingan-kepentingan yang Telah Tertanam dengan Kuat atau Vested Interests
7.
Dalam setiap organisasi sosial mengenal sistem lapisan, pasti akan as kelompok orang yang menikmati kedudukan perubahan-perubahan.
5.       Rasa takut akan Terjadinya Kegoyahan pada Integrasi Kebudayaan
Memang harus diakui kalau tidak mungkin integrasi semua unsur suatu kebudayaan bersifat sempurna .
6.       Prasangka Terhadap hal-hal Baru atau Asing atau Sikap yang Tertutup
Sikap yang seperti banyak di jumpai pada masyarakat-masyarakat yang pernah di jajah bangsa barat. Mereka sangat mencurigai sesuatu yang berasal dari bangsa barat karena tidak pernah bisa melupakan pengalaman-pengalaman pahit selama di jajah.
7.       Hambatan-hambatan yang Bersifat Ideologis
Setiap usaha perubahan pada unsur-unsur kebudayaan rohaniah biasanya di artikan sebagai usaha yang berlawanan dengan ideologi masyarakat yang sudah menjadi dasar integrasi masyarakat tersebut.
8.       Adat atau Kebiasaan
Adat atau kebiasaan merupakan pola-pola perilaku bagi anggota masyarakat di dalam memenuhi segala kebutuhan pokoknya.

1.6             PROSES-PROSES PERUBAHAN SOSIAL DAN KEBUDAYAAN

1.6.1        Penyesuaian Masyarakat terhadap Perubahan
Keserasian atau harmoni dalam masyarakat (sosial equilibrium) merupakan keadaan yang diidam-idamkan setiapa masyarakat. Keserasian tersebut diartikan sebagai dimana suatu keadaan lembaga berfungsi sesuai fungsinya dan saling mengisi. Ketika terjadi kegoncangan terhadap keadaan keserasian, masyarakat dapat menolak atau mengubah susunan lembaga-lembaga masyarakat dengan bermaksud menerima unsur yang baru
1.6.2        Saluran-saluran Perubahan Sosial dan Kebudayaan
Saluran-saluran perubahan sosial dan kebudayaan merupakan saluran yang dilalui oleh suatu proses perubahan. Pada umumya saluran lembaga tersebut adalah lembaga-lembaga kemasyarakatan. Lembaga kemasyarakatan dalam kehidupan memiliki penilaian tinggi dari masyarakat yang cenderung menjadi saluran utama dalam perubahan sosial dan kebudayaan. Lembaga-lembaga tersebut bisa merupakan suatu struktur apabila mencakup hubungan antarlembaga kemasyarakatan yang mempunyai pola tertentu dan keserasian tertentu.
1.6.3        Disorganisasi (Disintegrasi) dan Reorganisasi (reintegrasi)
a.       Pengertian
Organisasi merupakan artikulasi dari bagian-bagian yang merupakan suatu kesatuan. Disorganisasi adalah suatu keadaan di mana tidak ada keserasian pada bagian-bagian dari suatu kebulatan. Misalnya dalam masyarakat, agar dapat berfungsi sebagai organisasi, harus ada keserasian antarbagiannya.
8.
Suatu disorganisasi atau disintegrasi mungkin dapat dirumuskan sebagai suatu proses berpudarnya norma-norma dan nilai-nilai dalam masyarakat karena perubahan-perubahan yang terjadi pada lembaga kemasyarakatan. Tahap reorganisasi dilaksanakan apabila norma-norma dan nilai-nilai yang baru melembaga dalam diri warga masyarakat.
b.      Suatu Gambaran Mengenai Disorganisasi dan Reorganisasi
Gambaran mengenai disorganisasi dan reorganisasi pernah di gambarkan oleh “Wiliam .I. Thomas dan Florian Znaniecki” dalam karya klasik yang berjudul “The Polish Peasant in Europe and Amerika”. Mereka membentangkan pengaruh dari suatu masyarakat tradisional dan masyarakat modern terhadap jiwa para anggotanya. Pada masyarakat tradisional  dalam aktivitasnya separuhnya berada di bawah kepentingan masyarakat. Segala sesuatu yang di jalani sesuai dengan tradisi. Thomas dan Znaniecki mengambarkan kepada keluarga polandia yang pindah dari Eropa ke Amerika mengalami disorganisasi karena di tempat asalnya, mereka merupakan bagian dari masyarakat yang tradisional dan di Amerika mereka berhadapan dengan masyarakat modern yang memiliki kehidupan yang berbeda. Di Eropa orang tua mempunyai pengaruh yang besar terhadap anaknya, tetapi di Amerika kekuasaan itu menjadi pudar dan melemah. Dan dalam reoraganisasi timbulah norma-norma yang mengatur hubungan antara orang tua dengan anak-anak.
c.       Ketidakserasian Perubahan-perubahan dan Ketertinggalan Budaya (Cultural Lag)
Ada  unsur-unsur yang dengan cepat berubah, tetapi ada pula unsur yang sukar untuk berubah. Biasanya unsur-unsur kebudayaan rohaniah. Ketertinggalan mempunyai 2 arti yaitu pertama sebagai jangka waktu antara terjadi dan diterimanya penemuan baru. Misalnya pemerintah Amerika mengetengahkan mengenai ketertinggalan antara penemuan baru denganpenggunaan penemuan pengetahuan tentang pengobatan. Yang kedua di pakai untuk menunjukan suatu unsur tertentu terhadap unsur lainnya yang erat hubungannya. Misalnya penduduk di kota besar dan banyaknya petugas keamanan yang diperlukan. Agar terjadi keserasian unsur itu harus dirubah yaitu yang terlambat dipercepat perkembangannya, atau yang terlalu cepat diperlambat perkembangannya.

1.7             ARAH PERUBAHAN (DIRECTION OF CHANGE)

Ketika  seseorang mempelajari perubahan masyarakat, perlu pula diketahui ke arah mana masyarakat itu bergerak. Perubahan bergerak meninggalkan faktor yang di ubah. Namun setelah meninggalkan faktor itu, mungkin perubahan itu bergerak kepada sesuatu bentuk yang sama sekali baru, mungkin pula bergerak ke arah suatu bentuk yang sudah ada di dalam waktu yang lampau.

9.
1.8             MODERNISASI

1.8.1        Pengantar
Moderniasi merupakan persoalan menarik dalam pembahasan yang secara umum di dunia. Modernisasi merupakan suatu proses perubahan yang menuju pada tipe sistem sosial, ekonomi, dan politik yang sedang berkembang. Negara-negara atau masyarakat-masyarakat modern pun yang sedang mengalami proses tersebut telah berkembang dari aneka warna masyarakat tradisional maupun masyarakat-masyarakat pra modern.
1.8.2        Pengertian
Pengertian modernisasi mencakup suatu transformasi total kehidupan bersama yang tradisional atau pra modern dalam arti teknologi serta organisasi sosial ke arah pola-pola ekonomis dan politis yang menjadi ciri negara-negara yang stabil.
1.8.3        Disorganisasi, Transformasi, dan Proses dalam modernisasi
Disoraganisasi adalah proses berpudarnya atau melemahnya norma-norma dan nilai-nilai dalam masyarakat karena adnya perubahan. Perwujudan disorganisasi yang nyata adalah timbulnya masalah-masalah sosial. Maslah sosial tersebut dapat dirumuskan sebagai penyimpangan terhadap norma-norma kemasyarakatan yang merupakan persoalan bagi masyarakat pada umumnya. Suatu masalah sosial adalah peranan-peranan sosial khusus yang dimiliki oleh individu di dalam masyarakat atas dasar kelahiran dan juga peran atas dasar perbedaan kelamin yang dalam suatu proses perubahan mengalami kegoyahan. Proses modernisasi juga dapat menimbulkan persoalan-persoalan demikian.
1.8.4          Beberapa Syarat modernisasi
Syarat-syarat Modernisasi adalah sebagai berikut :
1.       Cara berfikir ilmiah yang melembaga dalam kelas penguasa maupun masyarakat
2.       Sistem administrasi negara yang baik, yang benar-benar mewujudkan birokrasi
3.       Adanya sistem pengumpulan data yang baik dan teratur dan terpusat pada suatu lembaga atau badan tertentu
4.       Penciptaan iklim yang favorable dari masyarakat terhadap modernisasi dengan cara penggunaan alat-alat komunikasi massa
5.       Tingkat organisasi yang tinggi, di satu pihak berarti disiplin, sedangkan di lain pihak berarti pengurangan kemerdekaan.
6.       Sentralisasi wewenang dalam pelaksanaan perencanaan sosial





10.
BAB II
2.1      Perubahan Sosial dan Kebudayaan di Bidang Teknologi ( Modernisasi)
      Modernisasi adalah merupakan hasil kemajuan ilmu pengetahuan danteknologi yang terus berkembang sekarang ini. Tingkat teknologi dalam membangun modernisasi betul-betul di rasakan dan di nikmati oleh semua lapisan masyarakat dari kota metropolitan sampai ke desa-desa terpencil.

2.1.1    Permasalahan/Kasus 1
                                       Modernisasi banyak terjasi pada bidang teknologi dimana inovasi-inovasi baru dengan alat-alat canggih di zaman sekarang yang mendukung untuk segala urusan di beberapa sektor bidang pertanian, instansi pendidikan (sekolah), ekonomi, keamana, dan telekomunikasi hal ini. Seperti halnya di negara-negara maju di bidang teknologinya seperti Jepang, Cina, Korea Selatan dan negara eropa lainnya yang sudah menggunakan alat teknologi untuk membantu aktivitas di negara tersebut. Dimana dalam kehidupan masyarakat semuannya harus di lakukan oleh alat-alat tidak seperti zaman dulu dengan kebudayaan atau tradisi nenek moyang kita dalam melakukan kegiatan / aktivitasnya menggunakan alat-alat tradisional seperti dengan kayu, batu, dan lain-lain.
                                Modernisasi di bidang teknologi sangat mendukung untuk negara yang berkembang untuk menjadi negara yang maju harus di tekankan pada bidang teknologinya. Dampak modernisasi sudah ke masyarakat bawah atau pedesaan hasilnya mereka pun bisa menikmati dari dampak tersebut yang mendukung mereka bisa sejalan pikirannya dan di tonton untuk mengubah pola pikirnya dari yang tradisional atau masih primitif ke zaman modernisasi, dalam aktivitasnya mereka bisa medah dan praktis dengan alat-alat teknologi sekarang ini misalnya penggunaan ponsel (handphone), membajak lahan dengan traktor, sistem belajar di sekolah dengan LCD dan proyektor, ingin pergi ke suatu tempat kerja bisa menggunakan sepeda motor agar lebih mudah sampai ke tempat kerjanya atau untuk bisnis membawa motor untuk mengangkut barang. Hal ini membawa kita harus meninggalkan tradisi/kebudayaan dulu. Agar bisa merubah sistem sosial di masyarakat kita.

2.1.2 Permasalahan/Kasus 2
       Namun secara umum pengaruh modernisasi membawa dampak yang cukup mencekang pada masyarakat kita, di mana anak kecil pun sudah bisa menggunakan handphone, laptop, internet dan sejenisnya yang bisa membawa anak-anak bisa mengakses video-video yang tidak baik seperti video porno dan video tindak asusila lainnya, hal ini sangat memprihatinkan kepada anak-anak sekarang ini di mana nilai dan norma yang ada di masyarakat tidak di terapkan karena pada akhirnya anak tersebut memperagakan atau mencontoh apa yang di lihat dari internet seperti video porno. Hal ini membawa keresahan pada orang tua, masyarakat dan pemerintah.


11.
 Kebanyakan kasus yang banyak terjadi tentang sex bebas, pemerkosaan yang terjadi di angkutan umum, anak sekolah tindak asusila walaupun di lembaga sekolah pun sering terjadi hal ini membawa kita harus mencari solusi masalah tersebut agar tidak menjadi kebudayaan atau mentradisi dari anak sekolah yang terbawa oleh kebudayaan barat.
2.2 Upaya Mengatasi Modernisasi
                Setelah kita tahu dampak dari modernisasi di bidang teknologi dari 2 kasus diatas dan sekarang yang terpenting adalah bagaimana meneruskan solusi dari permasalahan dari 2 kasus tersebut ?
2.2.1 penyelesaian Permasalahan Kasus 1
                Dengan perubahan sosial dan kebudayaan pada berbagai sektor bidang pertanian, keamanan, sekolah, dan komunikasi solusinya yaitu :
a.                   Masyarakat di tuntut harus bisa menguasai teknologi modern dan meninggalkan metode tradisional karena sudah tidak relevan dan tidak mampu lagi memecahkan masalah kehidupan sosial, ekonomi, yang semakin menekan ini.
b.                   Harus memilah atau mengambil sisi positif dari modernisasi yang berkaitan dengan teknologi agar kita tidak di kuasai dengan teknologi sehingga kita yang menguasai teknologi sehingga bisa membuat kita lebih.
c.                    Menggunakan teknologi sesuai keperluannya serta juga tidak meniggalkan nilai dan norma yang ada di masyarakat kita.
d.                   Di adakan sosialisasi pada masyarakat agar menggunakan teknologi dan bisa menerapkan pada kehidupan sehari-hari sehingga bisa membantu lebih cepat, praktis dan mudah dalam segala aktivitasnya
2.2.2 Solusi permasalahan/kasus 2
        Pengaruh perubahan sosial dan kebudayaan pada bidang teknologi di kalangan anak-anak
a.       Keluarga
Dalam proses belajar pertama kali si anak terima dari keluarga di mana peran kelurga sangat sentral dan seharusnya bisa mendidik dan membimbing agar anaknya tidak menyimpang dari nilai dan norma di masyarakat dan tidak memberikan fasilitas berlebihan pada anaknya sehingga si anak bisa berkembang dengan nilai dan norma yang di tanamkan orang tuanya.
b.      Sekolah
Banyak kagus hamil di luat nikah pada anak sekolah hal ini harus di carikan solusinya agat tidak membudaya yaitu dengan pelarangan membawa handphone dan mengawasi bukan dari dalam sekolah saja, tetapi di luar juga sehingga bisa mencegah dari hamil di luar nikah atau mengadakan sosialisasi tentang bahaya free sex di sekolah agar lebih mengerti lebih jauh tentang bahaya yang di sebabkan free sex.


12.
c.       Masyarakat dan Pemerintah
Harus ada kerjsama dalam membrantas permasalahan tersebut di mana anak-anak di bimbing, di awasi, agar tingkah laku, aktivitasnya di arahkan pada jalan yang benar dan tidak menyalahkan handphone, komputer serta sejenisnya yang membawa kita pada pelajaran tidak bermoral seperti video porno dan lain-lain. Yang mengundang anak-anak melakukan apa yang di tonton dan memanfaatkan fasilitas tersebut dengan sebaik-baiknya.





















13.







Daftar Pustaka

Gerungan .W.A.Dr, Dipl. Psych, psikologi sosial, Pt Refika Aditama, Bandung, 2007.
Prasetya Joko Tri Drs.dkk, ilmu budaya dasar, pt rineka cipta, jakarta. 2009.
Soekanto soerjono. Prof. Dr, sosiologi suatu pengantar. Pt raja grafindo persada, jakarta. 2012.




































14.
PERUBAHAN SOSIAL DAN KEBUDAYAAN




MATA KULIAH              : Psikologi Sosial
PROGRAM STUDI         : Bimbingan Konseling
DOSEN                          : Melina Lestari M.Pd.

Disusun oleh kelompok 8 :
Dyah Ayu Fitriani               (201101500071)
Raeko                                                (201101500124)
Pratiwi Rachmayanti         (201101500073)
Santika Dewi                       (201101500029)



FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN PENGETAHUAN SOSIAL
UNIVERSITAS INDRAPRASTA (PGRI)
JAKARTA 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar